Archive for November, 2008




“Ibuku Idolaku”

“Ibuku Idolaku”Oleh : Dra. Adriani Purbo, Psi. MBA ———— ——— ——— ——— ——— ——— -Seorang ibu pasti akan merasa senang dan bangga bila berhasil menjadi idola bagi anaknya. Bagaimana tidak, karena sebagai idola berarti tokoh ibu menjadi sosok yang disenangi atau dicita-citakan oleh anak. Sebagai sosok idola maka karakter ibu menjadi suatu hal yang melekat dalam jiwa anak dan sangat berpengaruh atau berperan dalam kehidupan anak. Dengan menjadi idola, seorang ibu akan lebih mudah untuk mengarahkan anaknya, sekaligus juga sebagai suri tauladan bagi sang anak guna pengembangan potensi-potensinya di kemudian hari. Sosok ibu yang secara kodrati “dekat” dengan anak – karena telah melahirkan, merawat dan menyusui anaknya – ternyata tidak secara otomatis bisa menjadi tokoh idola anak. Penyebab utamanya biasanya terletak pada kurangnya ketrampilan dan wawasan pengetahuan ibu dalam mengurus dan membesarkan anak. Adanya perbedaan karakter tiap anak, perbedaan usia dan tahapan perkembangan anak serta perbedaan zaman menuntut adanya wawasan pengetahuan yang luas, kesediaan diri untuk terus memperbaiki diri, kreativitas serta ketrampilan seorang ibu dalam memberikan pengasuhan yang terbaik bagi anak-anaknya. Penyebab lain yang dapat menjadikan seorang ibu sulit untuk menjadi tokoh idola bagi anaknya adalah lingkungan di sekitar anak yang sangat berpengaruh. Misalnya anak terlalu banyak menonton TV atau membaca komik sehingga tokoh-tokoh yang dijadikan idolanya adalah tokoh-tokoh utama dalam film yang ditontonnya atau tokoh-tokoh yang ada dalam komik yang dibacanya. Sejauh tokoh-tokoh yang diidolakan anak itu memang memiliki karakter yang baik, mungkin tidak menjadi masalah. Namun apabila karakter yang diidolakan anak ternyata kurang baik, maka hal ini tentunya akan mempengaruhi perkembangan pribadinya kelak. Untuk menjadi ibu yang diidolakan anak, memerlukan proses berkesinambungan yang dilandasi oleh kemauan serta kasih sayang yang besar. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa ibu lakukan: 1.. Selalu berusaha mendekatkan diri pada anak dengan selalu menjalin interaksi dan komunikasi yang positif dan akrab dengan anak. Misalnya berbincang-bincang bersama mengenai hal-hal yang dialami anak di sekolah pada hari itu, dimana ibu sekaligus bisa menggunakan momen tersebut untuk menyelipkan pesan moral di dalamnya. 2.. Tanggap dan sensitif terhadap kebutuhan-kebutuhan fisik anak yang dirasa penting – tanpa diminta anak – namun tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan yang ada. Misalnya saja mengganti kaos kaki anak yang sudah kendur, mengupayakan asupan makanan yang bergizi namun disukai anak, melengkapi peralatan sekolah anak, dsbnya. Dengan cara ini, anak merasa sangat “istimewa” diperlakukan demikian sehingga merasa nyaman dan bangga memiliki ibu seperti ini. 3.. Tampilkan sifat-sifat khas seorang ibu, yang telah dianugrahkan Tuhan seperti sifat “keibuan”, lemah lembut dan mengayomi sehingga kebutuhan psikologis anak seperti rasa aman, nyaman dan kasih sayang dapat terpenuhi. Kemampuan ibu untuk memenuhi kebutuhan psikologis anak, disamping kebutuhan fisiknya, membuat ibu menjadi sosok yang sangat dibutuhkan, dikagumi sekaligus disenangi anak. 4.. Sediakan waktu untuk bersama-sama anak menikmati berbagai aktivitas yang menyenangkan anak, seperti bermain di lingkungan rumah, rekreasi ke pantai , dsb. Kebersamaan yang terjalin akrab akan membuat anak bahagia dan merasakan bahwa kehadiran ibu merupakan sosok yang menyenangkan baginya. 5.. Bersedia menjadi tempat “curhat” bagi anak. Jadilah pendengar yang baik bagi anak sehingga anak bisa bebas mengekspresikan perasaan-perasaanny a. Pahami pola fikir anak sesuai dengan tahapan usianya, berusahalah untuk empati dan menerima anak apa adanya, hindari kritikan yang berlebihan, celaan atau sesuatu yang membuat anak merasa tak nyaman, terancam, terpojok dan selalu disalahkan. 6.. Memperluas wawasan pengetahuan dan ketrampilan dalam pengasuhan anak, misal melalui membaca buku, ikut seminar tentang pengasuhan anak, konsultasi dengan para ahli yang berpengalaman dalam pengasuhan anak atau dengan ibu-ibu yang dianggap telah berhasil menjadi tokoh idola bagi anaknya, dsb. Dengan bertambahnya wawasan dan informasi, diharapkan akan membimbing ibu untuk mampu bertindak bijaksana, berfikir kreatif dalam menghadapi masalah-masalah yang muncul dan mampu memberikan yang terbaik bagi anaknya, sehingga anak benar-benar merasakan manfaat adanya ibu, misalnya ibu bisa menjadi sumber inspirasi dan pemberi semangat bagi anak. 7.. Bersedia untuk introspeksi atau terus memperbaiki diri agar tercipta kedekatan dengan anak. Hindari sikap merasa paling benar dan tidak peduli terhadap pendapat atau kritikan anak karena hal ini justru akan membuat ibu “jauh” dari anak. 8.. Jangan biarkan anak terlalu banyak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang dapat memperkecil kesempatan ibu menjalin interaksi dengan anak dan menanamkan nilai-nilai yang baik bagi anak. Misalnya dengan tidak membiarkan anak menonton TV terlalu lama tanpa didampingi ibu, bermain games komputer terus menerus, dsb.

Add comment November 1, 2008

eh………….tapi ada satu hal lagi yg harus kita ingat….para sobat semua….kita harus berdoa dan berusaha. berdoa sama ALLAH SWT yaang MAHA MEMILIKI dan MEMUTUSKAN…supaya kita lulus, dan disertau usaha yag keras. stelah kita berusaha dan belajar dengan sungguh-sungguh, kita serahkan semua sama ALLAH…..hanya Dia lah yaang tau akan segalanya. TETAP SEMANGAT SOBAT!…………

Add comment November 1, 2008

today

Assalamualaikum……sebentar lagi UAN tiba nih….persiapan harus matang dan bagus, saya takut dan kurang percaya diri nih. tapi harus optimis……….supaya bisa lulus UAN, AMIIN….ya Allah…, hari ini aku sedikit malas untuk belajar…..hehhehe…….tapi gimana ya , setiap orang pasti ada rasa malasnya yang datang kapan aja dan dimana saja. tapi,,,mulai sekarang harus giat dan rajin belajar untuk bertempur melawan UAN yg sekarang untuk tahun ke 2 dan tuk ke 2 kalinya 6 pelajaran. bertambah beban para pelajar se INDONESIA. pussiing…………………! tapi harus SEMANGAT……………………kawan-kawan semuanya! kita harus berperang dan bertempur demi mendapatkan hasil yag bagus dan masuk ke universitas yang bagus juga sesuai jurusan masing2…..demi cita2 kita bersama. AMIN………….! SEMANGAT……….MAJU TERUS PANTANG MUNDURRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR!

Add comment November 1, 2008

lucu

Perbedaan Marah Dengan Jengkel

Category: Humor Umum

Ujian Menebak Isi Tangan

Category: Humor Sufi

Tampak Seperti Engkau

Category: Humor Sufi

Perlakuan Sama Tapi Hasil Berbeda

Category: Humor Sufi

Anak Kecil yang Kurang Ajar

Category: Humor Sufi

Nasrudin biasa duduk-duduk di teras sebuah warung kopi. Suatu hari, seorang anak kecil laki-laki berlari di hadapannya sambil memukul kepala Nasrudin sehingga sorbannya melayang. Tapi sang Mullah tidak bereaksi apa-apa. Hal yang sama terjadi terus selama beberapa hari. Yang selalu dilakukan sang Mullah adalah mengambil sorbannya yang terjatuh dan mengenakannya kembali.

Seseorang bertanya kepada Nasrudin mengapa ia tidak menangkap dan menghukum anak kecil itu, atau meminta orang lain untuk melakukanya.

“Itu bukan cara yang tepat,” kata Nasrudin.

Suatu hari Nasrudin, terlambat datang ke warung kopi. Ketika sampai di sana, dilihatnya seorang serdadu dengan wajah yang seram sedang duduk di tempat yang biasanya ia duduki. Tiba-tiba anak kecil laki-laki itu muncul. Seperti biasanya, ia menonjok sorban orang yang duduk di tempat itu. Tanpa berkata apa-apa, sang serdadu menghunus pedangnya dan kemudian memenggal leher anak itu.

“Ah, dia kan hanya anak kecil…!” gumam Nasrudin dengan penuh sesal.

Add comment November 1, 2008

Pages

Categories

Links

Meta

Calendar

November 2008
S S R K J S M
« Okt    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Posts by Month

Posts by Category